Menjadi “sarjana” google

Dewasa ini perkembangan internet menjadi semakin baik dan berkualitas dari segi konektivitas dan jaringan yang dibangunnya. Adalah google, sebuah perusahaan yang berbasis di Silicon Valley ini berhasil memanfaatkan teknologi tersebut untuk menjangkau setiap sudut dunia.

Produk utama, mesin pencari (search engine), telah memiliki varian atau rasa baru yaitu google scholar; sebuah mesin yang mengkhususkan diri untuk menelusuri informasi-informasi yang berkaitan dengan artikel dan jurnal penelitian yang dimuat di dunia maya.

Para calon sarjana, sarjana, dan peneliti banyak memanfaatkan mesin ini untuk membantu mereka menemukan dan membuat hal-hal yang baru. Inovasi yang terjadi pada pesawat terbang, misalnya, tidak mustahil berangkat dari cara tersebut.

Lantas, bagaimana cara menggunakan mesin ini?

Mudah, cukup mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Pertama, alamat url www.scholar.google.com sudah dipastikan diketik pada browser. Alamat ini nantinya membawa pengguna ke laman google scholar.

Kedua, untuk metode sederhana bisa dilakukan dengan mengetik kata kunci pada kolom pencarian yang disediakan. Cara ini akan menampilkan jurnal atau artikel yang memuat kata kunci tersebut, baik pada judul maupun detil isi, sehingga terdapat banyak pilihan link jurnal yang bisa dipilih.

Ketiga, metode canggih (advance) pengguna dapat membatasi pencarian pada beberapa poin yang diinginkan, seperti pilihan kata kunci, frasa pencarian, data penulis, dan rentang tahun terbit. Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui perkembangan paling up to date tentang penelitian-penelitian pada topik-topik tertentu.

gambar

Secara tidak sadar, melalui langkah-langkah di atas, pengguna telah menjadi sarjana yang menimba ilmu pada sebuah mesin pencari. Secara statistik, pengguna internet dunia mencapai lebih dari 40% populasi dunia, berdasarkan data yang dimuat oleh https://hostingfacts.com/internet-facts-stats-2016/. Tentu saja, perkembangan ini didukung pula oleh munculnya perangkat-perangkat gadget yang canggih. Dengan semakin mudahnya mengakses internet, tentu saja penggunaan google scholar akan semakin optimal. Selamat menjadi sarjana.

Advertisements

Memaksimalkan mesin pencarian “Google”

Seringkali mesin pencarian “Google” menjadi andalan tatkala sumber-sumber informasi terkini diperlukan untuk menjadi bahan tulisan sebuah makalah hingga memonitor kondisi pasar bagi suatu perusahaan. Layaknya sebuah mega hardrive, google memiliki jutaan bahkan mungkin sudah milyaran folder tempat menyimpan informasi-informasi. Butuh keterampilan khusus, sehingga informasi yag diinginkan dapat dipanggil dengan cepat. Tak ayal, bagi yang awam akan keterampilan ini, mereka merasa kesulitan untuk mencari informasi yang spesifik di google. Berikut adalah beberapa cara yang coba penulis rangkum untuk memaksimalkan usaha pencarian informasi di google.

  1. Mengunduh google toolbar sehingga memudahkan akses ke google.
  2. Memahami standar operasi yang digunakan di google. Untuk kombinasi, google menggunakan tanda positif (+) sebagai kata (dan), sedangkan tanda (-) untuk kata (tidak atau bukan), contoh usaha+keinginan. Jika ingin mencari informasi alternatif, maka dapat dipergunakan kata (or).
  3. Menggunakan frase atau kalimat yang pasti. Ini dapat dilakukan dengan mengapitkan frase atau kalimat dengan tanda double inverted commas (“), contoh “kipas motor sederhana”.
  4. Mencari secara langsung dalam website. Penggunaan kata site: untuk merujuk alamat url yang dimaksud, contoh site:bbc.co.uk earthworms.
  5. Merujuk pada definisi, sinonim dan ejaan. Sebagai contoh, define:hakuna matata akan langsung mengarahkan mesin google untuk menampilkan website yang membahas tentang arti hakuna matata.
  6. Mencari kata yang tertera pada judul website. Seringkali pencari informasi menginginkan bahwa kata-kata yang dia masukkan pada kolom pencarian muncul juga pada judul website. Ini agar informasi yang nantinya diperoleh benar-benar valid dan sesuai dengan harapan. Selain itu, usaha ini lebih menghemat waktu karena pencari informasi tidak perlu membuka tiap-tiap website dan melihat detil tulisan di bagian dalamnya, melainkan hanya membaca judul yang ditampilkan oleh google. Untuk dapat memanfaatkan keuntungan ini, maka kata intitle: dapat dituliskan, contoh intitle: “animal tissue culture”.

Kiranya, enam strategi di atas dapat membantu pembaca untuk memperoleh informasi secara tepat dan cepat. Apalagi di abad 21 ini, siapa yang memperoleh sesuatu dengan cepat, maka dia akan mampu menjalankan strateginya untuk menguasai “pasar”. Tentunya, masih banyak cara lain yang dapat diaplikasikan sehingga informasi terkini yang akurat bisa diperoleh.

 

Tulisan ini merujuk pada:

Jones, A., Rob Reed, and Jonathan Weyers. 2007. Practical Skills in Biology. 4th Edition. England: Pearson Education Limited.